Kegiatan

Sunday, 09 May 2021 20:35

tesss

Kementerian Kesehatan menyederhanakan alur pelayanan vaksinasi COVID-19 dari sebelumnya 4 meja menjadi 2 meja. Penyederhanaan ini untuk menghemat waktu vaksinasi, sehingga lebih efisien dan efektif.

Penyederhanaan alur pelayanan vaksinasi ini merupakan komitmen penuh Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan vaksinasi yang efisien dan efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kerumunan akibat dari waktu tunggu yang terlalu lama.

Penyederhanaan 2 meja yakni meja 1 untuk screening dan vaksinasi serta meja 2 untuk pencatatan dan observasi. Adanya perubahan ini maka pelaksanaan vaksinasi akan menghemat banyak waktu, karena sasaran tidak perlu berpindah-pindah tempat.

Ada juga ruang tunggu untuk menunggu sasaran yang datang. Di tuang tunggu ini akan ada petugas mobile yang akan melakukan pengecekan sasaran melalui pedulilindungi.id dan membagikan kertas kendali yang harus diisi oleh sasaran.

Saat ini, penyederhanaan alur vaksinasi ini telah diujicobakan di 4 provinsi diantaranya DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Utara. Dari hasil monitoring dan evalusi, Kemenkes telah melakukan sejumlah perbaikan. Oleh karenanya, sistem ini sudah mulai disosialisasi kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Selain penyederhanaan alur, Kemenkes juga melakukan perubahan pada waktu observasi. Merujuk pada rekomendasi dari ITAGI, Komnas Pengkajian dan Penanggulangan KIPI, serta merujuk dari sumber lain seperti WHO, US-CDC dan anggota NTAG, waktu observasi dipersingkat menjadi 15-30 menit.

Masa observasi selama 15 menit diperuntukkan bagi sasaran yang tidak memiliki riwayat alergi dan reaksi anafilaktik terhadap vaksin.

Sementara waktu observasi yang lebih lama yakni 30 menit dilakukan oleh sasaran yang mengalami gejala klinis seperti reaksi yang timbul sebagai aktibat dari penyuntikan vaksin.

Meski waktu obervasi dipersingkat, pada pelaksanaanya harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Apabila ditemukan reaksi alergi, harus diinformasikan kepada petugas kesehatan di kartu vaksinasi. Keluarga juga harus turut aktif untuk memantau anggota keluarga yang telah divaksinasi.

Sahabat-sahabat Tuhan ytk,

Salam jumpa lagi melalui Ulasan Biblis Spiritual edisi perdana di Tahun 2021 ini. Salam Natal dan Tahun Baru 2021 untuk kita semua. Mengikuti ucapan dan ungkapan hati melalui ucapan-ucapan Natal dan Tahun Baru pada umumnya menampilkan pesan bernada harapan agar bisa menjalani Tahun Baru 2021 ini dengan aman, damai, sehat rohani jasmani, lancar, bahagia serta dilimpahi berkat rohani dan jasmani pula. Inilah impian dan harapan yang kita semua dambakan dalam perjalanan kita dari tahun ke tahun termasuk di tahun yang baru ini.

Sudah pasti ada banyak sumber dan pihak yang bisa kita jadikan sebagai tumpuan harapan untuk membantu kita menggapai impian-impian tersebut. Namun kita semua pasti mengamini bahwa Tuhan masih menjadi sumber dan garansi terbaik yang bisa menjamin kita mendapatkan semua yang disebutkan di atas. Inilah inti pesan yang ditampikan Sabda Tuhan pekan Panampakan Tuhan ini. Allah yang kita imani penuh kasih perhatian kepada kita dan sanggup memberi pertolongan kepada manusia termasuk di situasi manusia tak berdaya lagi.

Injil Kamis, 7 Januari lalu menampilkan visi misi Yesus Kristus, Putra Allah yang diutus Bapa sebagai Immanuel (Allah yang selalu bersama kita) dan siap menjadi penolong kita: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Lukas 4:18-19)

Proklamasi keselamatan Tuhan itu tidak sekedar bualan kata-kata hampa melainkan suatu pernyataan visi misi luhur yang ditunjukkan dalam kata dan tindakan-Nya:

  • Mengunjungi berbagai wilayah, mengajar dan menyembuhkan orang dari berbagai sakit penyakit dan kelemahan (Injil hari Senin, 4 Januari)
  • Memberi makan kepada ribuan orang (Injil Selasa 5 Januari)
  • Menenangkan serangan badai yang melanda perahu para murid-Nya (Injil Rabu 6 Jan.)
  • Menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Injil hari Jumat 7 Januari kemarin)

Menyimak karya-karya Tuhan tersebut, kita diyakinkan bahwa Kristus sungguh datang sebagai Immanuel, penebus dan penolong umat manusia baik secara umum maupun secara pribadi. Dan hal ini menjadi peneguhan bagi kita untuk terus menaruh iman harapan kita pada Tuhan sebagai garansi terbaik bagi perjalanan hidup kita di tahun 2021 ini. Kisah-kisah biblis yang ditampilkan kita kepada kita di pekan Penampakan Tuhan ini tidak sekedar menjadi suatu memorial akan apa yang terjadi pada masa silam, melainkan suatu ajakkan bagi kita untuk menaruh keyakinan iman dan harapan serta kasih sejati bahwa Allah senatiasa menyertai kita di 2021 ini. Meskipun 2021 masih penuh tanda tanya akan apa yang terjadi di tahun ini, termasuk ancaman Covid-19 yang masih enggan menjauh dari kita, namun kita percaya Tuhan yang sama yang telah menjamin hidup kita pada tahun-tahun sebelumnya, adalah Tuhan yang sama yang menjadi andalan dan tumpuan harapan kita juga di 2021 ini.

Sikap para murid yang salah memahami kehadiran TUHAN sebagai HANTU saat badai mengancam mereka, menjadi bahan refleksi yang perlu kita direnungkan:

  • apakah kita sungguh beriman kokoh pada Tuhan, mengenal kehadiran-Nya dan mau terbuka seperti Si Kusta memohon dan bersedia menerima tawaran pertolongan Tuhan?
  • Apa saja yang masih mempengaruhi cara berpikir saya sehingga sering salah memaknai kehadiran Tuhan dan karya pertolongan-Nya dalam hidupku?

Sikap Si Kusta yang terbuka meminta bantuan dari Tuhan menjadi satu bahan refleksi bagi kita di tengah situasi dunia kita saat ini: apakah Tuhan masih menjadi andalan dan penolong utama saya, atau saya lebih percaya pertolongan manusia dan bantuan teknologi mutakhir saat ini? Sikap bingung dan tak berdaya kita menghadapi covid-19 menjadi suatu alarm serius  bagi kita semua bahwa tumpuan harapan pada pengetahuan dan kemampuan manusia TERNYATA TERBATAS DAN TAK MAMPU MEMBERIKAN GARANSI ABADI KETIKA MANUSIA HARUS BERURUSAN DENGAN MATI ATAU HIDUP. Maka bolehlah meminta bantuan manusia tapi jangan pernah melalaikan dan mengabaikan peran Tuhan sebagai penolong sejati.

Semakin melalaikan hal ini akan semakin tumbuh ketakutan dan kecemasan khususnya di saat semua garansi pengetahuan dan teknologi yang diandalkan sudah tidak mempan lagi daya kerjanya menolong kita. Iman mendapat tempat dalam situasi ini untuk menyingkap dan menyatakan suatu kebenaran sejati yang telah diamini nenek moyang kita sejak dulu kala bahwa pada Allah yang Mahakuasa dan Penolong sejati ada garansi kekuatan yang sanggup mengusir ketakutan, kecemasan, ketakberdayaan, kegelapan, kekalutan, kepanikan dll. Kalau bantuan teknologi membantu kita datang dari luar diri kita, maka Iman menjadi jembatan tol yang menghubungkan diri kita (dari dalam diri kita) dengan Allah yang Mahakuasa sehingga kita mendapatkan ketenangan budi, jiwa, hatin bathin.

Di akhir UBS ini, kita disuguhi 5 pemahaman dan sekaligus tips bertolak dari Sapaan Sabda Tuhan pekan ini, yang bisa membantu kita dalam ziarah kita di 2021 ini:

  1. Perayaan Natal bukan sekedar seremoni memorial akan kelahiran Tuhan 2000 tahun silam, melainkan suatu pernyataan kasih Allah bagi kita di zaman ini bahwa Allah senantiasa hadir dan tinggal bersama kita juga di zaman ini. Maka kesediaan menghidupakan seruan Santo Yohanes untuk semakin menaruh iman, harapan dan kasih pada Tuhan akan sangat besar manfaat bagi ziarah kita di 2021 ini.
  2. Sikap para murid yang salah menyangka kehadiran TUHAN sebagai HANTU menjadi suatu ajakan bagi kita untuk perlu berhati-hati terhadap mindset-mindset keliru yang ada dalam kehidupan sosial yang sering mempengrahi cara berpikir dan sikap kita.
  3. Sikap Si Kusta yang mau meminta pertolongan pada Tuhan mengajak kita merenung: kepada siapa saya meminta pertolongan khususnya dalam urusan dengan hal-hal yang hakiki menyakut hidupku. Ketepatan menaruh harapan dan pertolongan kita akan semakin mudah membantu kita mengatasi tantangan-kesulitan yang kita alami. Sebaliknya salah meminta bantuan bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri.
  4. Sikap Yesus yang selalu mencari waktu di tengah aktifitasnya untuk berdoa menjadi suatu tips bagi kita untuk senantiasa memberi ruang dan waktu guna mengisi baterai HP diri kita dengan kekuataan kasih dan kuasa Allah, sumber dan andalan hidup kita. Kita perlu menyadari dan menghindari slogan-slogan keliru tentang waktu dan ruang untuk Tuhan yang terkesan sebagai anjuran baik, padahal hanya meminimalisir (mengurangi) porsi waktu dan ruang kita bersama Tuhan. Orang yang semakin mengakui peran hakiki Tuhan dalam hidupnya akan semakin memberi porsi waktu dan ruang untuk Tuhan.
  5. Di tengah dunia yang cenderung membesarkan nama dan popularitas diri sendiri, semangat hidup Santu Yohanes Pembantis, untuk membiarkan Allah semakin besar dan dirinya semakin kecil (Injil hari ini), akan sangat manfaatnya bagi perjalanan kita di 2021. Dan kita lebih bahagia menghidupi semangat demikian karena Tuhan yang kita agungkan akan semakin memberkati hidup kita.

Selamat merenung, Tuhan selalu menyertai dan memberkati kita sepanjang 2021 ini. Amin

Oleh P John Masneno, SVD (Pengurus Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

 

 

Sahabat-sahabat Tuhan ytk,

Salam jumpa lagi melalui Ulasan Biblis Spiritual (UBS) mingguan di akhir pekan II November 2020 ini. Sebagaiamana biasanya, kita mengawali momen refleksi mingguan ini dengan meluangkan beberapa detik mensyukuri segala perlindungan dan berkat Tuhan bagi kita. (hening sejenak kenang dan syukuri berkat-berkat Tuhan sepanjang pekan ini dari Minggu 8 Nov- Sabtu hari ini).

UBS ini mengajak kita mengarahkan fokus perhatian kita pada dua topik yang menjadi titik sentral Sabda Tuhan pekan ini yakni hidup akhirat dan bagaimana mempersiapkannya dalam ziarah hidup ini. Kisah Joe Biden dipakai sebagai kisah inspiratif yang menghantar kita merenungkan intisari Sabda Tuhan sepanjang Pekan Biasa XXXII ini.

Joe Biden adalah salah satu presiden tertua dalam sejarah Presiden USA. Tak heran muncul pertanyaan: ‘apakah dalam Usia 77 tahun Biden masih bisa memimpin Negara Adidaya itu?‘ Mungkin secara fisik, karena faktor usia, hal ini masih menjadi satu pertanyaan yang perlu dijawab nanti. Namun dari segi kemampuan memimpin, Biden boleh dibilang merupakan orang Amerika terbaik saat ini yang layak untuk memimpin US. Kiprahnya dalam dunia politik dan kepemerintahan Amerika Serikat selama kurang lebih lima dekade tentu menjadi garansi tersendiri bagi kepemimpinan Biden dan bagi bangsa Amerika saat ini.

Memulai karya politiknya pada tahun 1972 sebagai salah satu senator termuda dari enam senator termuda lain sepanjang sejarah Amerika Serikat. Seperti Yesus, Biden memulai karya publiknya sebagai senator dari wilayah Delaware pada usianya 30 tahun.  Sekalipun dia berasal dari keluarga miskin yang sering tidak diperhitungkan dalam bursa pertarungan politik dengan senior-senior yang lebih berpengalaman dan berduit, namun dengan terpilih sebagai senator di usia belia ini menjadi titik-titik awal pembuktian bahwa Biden sebenarnya memiliki suatu kualitas dalam dirinya sehingga bisa menggungguli kandidat senior lainnya. 

Perjalanan kariernya sebagai pelayan publik juga tak semudah membalikan telapak tangan. Sejak awal kariernya, Biden sudah harus berhadapan tantangan dan kesulitan besar. Ketika kegembiraan sebagai senator terpilih masih menghangat dalam hatinya dan sedang mempersiapkan pelantikan dirinya sebagai Senator termuda pada 5 Januari 1973, Biden harus menghadapi satu pengalaman pahit. Biden harus kehilangan istrinya Neilia Hunter dan putirnya Naomi yang meninggal akibat kecelakan lalu lintas pada 18 Desember 1972. Dua puteranya masih selamat dari peristiwa maut itu namun keduanya harus menjalani pengobatan serius. Berkat  dukungan keluarga dan sahabat-kenalannya, Biden mampu dan berani terus maju dalam kariernya serta bersedia dilantik sebagai senarator.

Mengingat kondisi kedua putranya masih dalam perawatan serius, maka Biden pun memutuskan untuk tetap menetap di Greenville-Wilmington-Delaware dan bersedia melakukan travel 90 menit dengan kereta api atau 2 jam dengan mobil setiap hari ke tempat tugasnya di Washington DC. Artinya setiap hari Biden membutuhkan paling kurang 3 jam untuk PP Dalerwave- Washindon D C. Dan kebiasaan ini ternyata bukan hanya selama anak-anaknya dalam perawatan medis. Biden meneruskan kebiasaan ini selama 36 tahun menjadi senator.

Bisa saja melalui aktifitas hariannya selama bertahun-tahun ini turut mempengaruhi pola pikir dan perhatiannya serta kebijakan pada bidang kesejahteraan umum. Satu contoh baik dari Biden dalam urusan hidup menggereja dan berparoki yakni beliau masih tetap aktif juga dalam kegiatan parokialnya di Paroki St. Yoseph Brandywane Wilington Delaware. Biden juga adalah sosok yang seringkali memperjuangkan kepentingan umum, hal- hal kemanusiaan bahkan melawan kebijakan pemerintah US mengadakan Perang Teluk. Kadang "diasingkan" (tidak disukai) oleh pihak tertentu karena orientasinya pada nilai-nilai kesejahteraan umum dan kemanusiaan seperti menolak ditingkatkannya biaya produksi senjata di USA, dll.

Apapun tantangan dan hambatan serta konsekuensi yang dialaminya tak mengurangi perjuangannya untuk kepentingan umum. Efek-efek positif dari visi misi dan kebijakan politiknya perlahan-lahan membuka mata publik Amerika bahwa Biden memiliki perjuangan luhur untuk USA dan dan dunia. Banyak penghargaan telah diterimannya sebagai apresiasi atas karya dan perjuangannya. Semuanya itu menjadi afirmasi tersendiri atas buah perjuangannya sebagai senator selama 36 tahun (6 kali terpilih dengan rata-rata perolehan suara di atas 60%) dan sebagai wakil presiden selama 8 tahun (2 kali terpilih).

Bisa jadi penghargaan Presidential Medal of Freedom yang diterimanya pada tahun 2017 menjadi salah satu inspirasi yang mendorong Biden mau maju sebagai calon Presiden untuk semakin mendedikasikan hidupnya bagi orang Amerika dan dunia. Kekalahan besar presiden aktif Trumph menjadi bukti jelas bahwa orang Amerika lebih memilih Biden sebagai orang yang mampu menghantar mereka ke hidup yang lebih baik dari situasi sekarang.

I’m honoured that you have chosen me to lead our great country adalah kata-kata terima kasih kepada rakyat USA yang telah memilih dia sebagai Presiden US ke-46 dan sekaligus menjadi expresi tekad dan kesediaanya untuk memimpin Negara besar USA. Kursi presiden yang diraih Biden sekarang merupakan suatu hasil dari komitmen hidupnya selama bertahun-tahun sebagai politisi dan aparat pemerintah. Visi-misi yang luhur, komitmen pribadi yang telah teruji dari waktu ke waktu, dan proses yang berkualitas menghasilkan buah yang berkualitas pula. Tentu saja untuk suatu perjuangan yang berkualitas pula ke depan sebagai presiden.

Kisah Biden ini bila menghantar kita merenungkan impian kita untuk hidup akhirat yang digaungkan kepada kita melalui bacaan bacaan suci sepanjang pekan ini. Seperti Biden, kitapun akan mencicipi kebahagiaan di akhirat bila kita sungguh mengupayakan suatu hidup yang berbobot sepanjang proses perjalanan siarah kita di dunia ini. Inilah topic-topik sentral pekan ini yang disuarakan kepada kita melalui Sabda Tuhan dan refleksi-refleksi biblis sepanjang pekan ini yang di publikasikan di website Sumur Yakub ini:

Pesan inti dan reflesksi-refleksi biblis sepanjang minggu ini sengaja ditampilkan kembali di UBS akhir pekan ini agar menjadi penyegar rohani bagi kita sekaligus mengajak kita mengupayakan penghayatannya dalam hidup kita. Selamat merenung, Tuhan memberkati.

Oleh P John Masneno, SVD (Pengurus Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

Sahabat-sahabat Tuhan ytk,

Salam jumpa lagi melaui Ulasan Biblis Spiritual (UBS) di akhir bulan Oktober 2020. Kita bersyukur untuk segala anugrah dan berkat-berkat Tuhan yang telah kita terima dari kelimpahan kasih Tuhan sepanjang bulan Oktober ini.

Sabda Tuhan sepanjang minggu ini semakin mengajak kita menempatkan Tuhan sebagai KOMPAS penuntun langkah hidup kita. Teks-teks Injil sepanjang minggu ini pada umumnya menampilkan sikap judge-mental para pemimpin agama Yahudi terhadap Yesus. Menariknya, semangat pewartaan Yesus tidak dikerdilkan oleh sikap-sikap kaum Farisi itu. Yesus sebaliknya menggunakan moment-moment itu sebagai kesempatan menjernihkan sikap judge mental mereka dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik dan benar.

Mengikuti refleksi-refleksi biblis yang ditampilkan di website Sumur Yakub ini sepanjang minggu ini, serta respons-respons dari para pembaca, ada suatu optimisme tampak jelas di sana bahwa kita tidak seperti para pemimpin Yahudi itu yang cenderung hanya mengkritik dan memojokkan Yesus. Dari refleksi, sharing iman, dan respons-respons positif yang muncul sepanjang minggu ini menunjukkan bahwa kita sungguh antusias terhadap ajaran tuntunan Tuhan. Alasannya karena kita mengakui dan mau mengikuti Tuhan sebagai penuntun langkah hidup kita.

Kalau melihat aksi-reaksi positif konstruktif ini dari kacamata Golden Rule Yesus yang disampaikan kepada kita melalui hari Minggu, 25 Oktober lalu, kita sebenarnya terus berupaya mengasihi Tuhan dan Sabda-Nya sebagai penuntun langkah hidup kita. Dan hasil dari relasi iman dengan Tuhan ini, mendorong kita mewujudkannya melalui cinta dan perhatian kita sesama.

Ditampilkan di sini beberapa respons dari para pembaca renungan sepanjang minggu untuk menunjukkan bagaimana pendalaman Sabda Tuhan, yang disampaikan melalui renungan-renungan harian atas Sabda Tuhan, mengajak para pembaca untuk turut mendalami Sabda Tuhan dan mengkaitkannya dengan pengalaman hidup nyata.

  • Refleksi biblis atas Sabda Tuhan hari ini bertema Libatkan Tuhan dalam Segala Situasi Hidup mengingatkan saya akan apa yang pernah saya alami sebelumnya. Saya pernah mengalami kegagalan, padahal banyak kiat sudah dijalankan dengan baik, dan tekun setia untuk meraih impian saya itu. Hal ini menumbuhkan satu pertanyaan besar dalam hati saya: ‘mengapa saya selalu gagal dalam perjuangan saya itu?’. Dalam pemenungan saya disadarkan bahwa kegagalan itu terjadi karena saya tidak melibatkan Tuhan sebab saya merasa Tuhan selalu memberkati saya. Inilah kekeliruan yang saya lakukan masa itu. Kesadaran itu mendorong saya mengambil langkah baru yakni senantiasa melibatkan Tuhan dalam perjuangan saya dan akhirnya hingga sekarang sudah menjadi kebiasaan saya untuk selalu melibatkan Tuhan. Setiap kali mau melakukan suatu hal/kegiatan saya pasti berdoa minta kekuatan dan petunjuk-Nya...Tuhan andalanku (EN, Paroki St.Fransiskus Asisi Bogor)
  • Dalam kehidupan sehari-hari banyak persoalan yang kita hadapi, baik itu dari keluarga kita sendiri, tetangga maupun lingkungan kerja. Banyak benturan yang kita temukan di sana, persoalannya maukah kita ikut sertakan Tuhan dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau tetap andalkan kekuatan kita sendiri. Melihat kesaksian dari pak Teddy, kita bisa simpulkan bahwasannya doa yang kita panjatkan dengan penuh iman: bisa dijawab langsung, belum dijawab, bisa juga dijawab melalui orang-orang di sekitar kita, atau sama sekali tidak dijawab dan kita tetap harus percaya bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik buat kita. Tuhan Yesus memberkati (Pak Indra Halun Budiman/ Paroki St. Maria Imakulata Mataram).
  • Sharing iman hari ini meneguhkan saya untuk semakin mengakui: Kasih Tuhan sungguh luar biasa. Tuhan selalu ingin menyelamatkan manusia melalui berbagai macam cara, melalui penyakit atau penderitaan-penderitaan lainnya. Apa yang dialaminya ibu mertua Pak Teddy menjadi contoh nyata yang mengingatkan kita pula bahwa tidak semua orang bisa menerima salib dalam hidupnya. Di situalh peran orang-orang di sekelilingnya terutama keluarga menolongnya (Ibu Herlena Kusuma, Paroki Roh Kudus Surabaya).
  • Terimakasih untuk renungan bagus pagi ini tentang Spiritualitas Sesawi dan Ragi: Jalan Penuntun dalam Upaya Mengembakan Karya Misi Allah. Secara pribadi, refleksi ini mengingatkan saya untuk bertumbuh dalam iman dan bisa membawa sesama kepada Kerajaan Allah (Pak Rully Djunaedi/ Paroki St. Yusup Pekerja Magelang)
  • Sharing kegiatan kemanusiaan Pak Yosef kemarin mengajak saya merenungkan Perjalanan Misi Yesus dalam konteks sekarang termasuk yang dilakukan para awam misi. Kita patut bersyukur karena ada awam-awam berjiwa misioner yang peka terhadap panggilan dan perutusan Tuhan. Kita juga mendoakan saudara/I kita yang masih terlalu mengandalkan kemampuan dirinya karena merasa diri tanpa Tuhan Yesus pun mereka mampu menjalani hidup ini. Kita percaya kasih karunia dan kerahiman Ilahi bisa membawa saudara kita itu untuk mau mendekat dan menempel pada Tuhan Sang Pokok Anggur sejati. (Ibu Cathy Dare/ Paroki St. Bartholomeus Galaxi Bekasi Selatan).
  • Terima kasih untuk renungan-renungan yang dikirim ke saya. Saya suka sekali karena bertolak dari pengalaman-pengalaman nyata sekaligus mengingatkan saya untuk merenungkan pesan-pesan pengalaman harian yang ada dalam hidup berkomunitas. Karena hal-hal itu ada juga dalam komunitas kami hanya beda versi. Saya tersentuh dengan refleksi pagi ini untuk terlibat dalam diam. Dan diam juga bisa menjadi sikap bijak karena dalam diam juga kita mampu memahami banyak hal yang kadang kita tidak mengerti. (Sr Mery Duka RVM/ Seminari Menengah Roh Kudus Tuke-Dalung-Denpasar-Bali)
  • Saya sangat terinspirasi oleh Pesan sabda Tuhan dan refleksi hari ini untuk turut berbuat kebajikan, walaupun kecil tapi kita berusaha untuk memberi terutama kepada orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan itu. Bantuan meski terlihat kecil atau sedikit namun sudah turut membatu mereka (Ibu Ruth Ndona/Paroki Maria Assumpta Kupang).
  • Renungan Pak Yosef hari ini mengajak saya untuk berefleksi apakah saya seperti orang Farisi? Apakah saya sudah sepenuhnya menjadi murid Tuhan Yesus? Apakah saya komit dengan panggilan saya sebagai imam-Nya? Apakah saya mengikuti panggilan Tuhan: menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus? Sebuah renungan penuh tantangan! Yes or No; menjadi pribadi dalam Yesus Kristus, Tuhan penyelamatku; yang rela menyelamatkanku dan semua orang (Pastor Jimmy Antonius Tumbeleka/ Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyan Bualemo Gorontalo).

Sekali lagi melalui refleksi, kesaksian iman dan respons-respons tersebut, menjadi suatu signal positif bahwa kita terus berupaya mengikuti dan berjuang mengamalkan amanat-Nya dalam hidup kita. Dengan ungkapan-ungkapan hati tersebut, kita pun mau terus berupaya mencintai dan mendalami Sabda Tuhan, dan menghayatinya dalam kebersamaan hidup bersama sesama di sekitar kita.

Kata-kata St Paulus yang kita direnungkan kemarin dikutip di akhir UBS ini sebagai peneguhan dan sekaligus ajakan bagi kita semua untuk semakin tekun setia mengikuti Tuhan dan mengamalkan Sabda-Nya dalam hidup kita.

Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah (Filipi 1: 5, 9-11)

Selamat merenung, Tuhan memberkati kita semua.

Oleh P John Masneno, SVD (Pengurus Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

Sunday, 15 December 2019 15:44

KITA JUGA DIAJAK YOHANES PEMBAPTIS

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Injil hari ini tentang Yohanes Pemandi, sang nabi terbesar yang selalu setia melaksanakan tugas panggilan hidupnya. Ia mengajak kita menuju pertobatan dan mewartakan kedatangan Sang Mesias. Ia dengan tegas menegur semua orang yang hidup dalam dosa.

Yohanes mengajak kita juga supaya berusaha agar hidup kita bisa  menghasilkan buah-buah pertobatan. Jangan berpikir bahwa karena kita adalah kaum Religius (Imam, Bruder, Frater, Suster) atau orang Katolik sehingga, pasti akan kita diselamatkan secara otomatis.

Keselamatan diperoleh bukan karena panggilan, bukan karena status tahbisan atau kaul kekal, tetapi karena kehidupan pribadi yang penuh belas kasih, adil dan benar dan bijaksana.

Yohanes Pemandi tetap ingin supaya muridnya mengenal Yesus, Sang Mesias. Oleh karena itu Yohanes mengutus murid-muridnya kepada Yesus. Yohanes ingin supaya murid-muridnya mendengar dan melihat langsung Yesus sendiri, siapa Dia sebenarnya.

Hal yang sama mestinya terjadi pada diri kita. Waktu Ekaristi adalah kesempatan emas kita semua datang kepada Yesus. Dalam Ekaristi Kudus, berkat Allah dibagikan secara sempurna. Sakramen ini adalah tanda kehadiran Allah yang dapat 'ditangkap' oleh kita.

Segala sesuatu yang ada pada Kristus dan segala sesuatu yang Dia lakukan dan derita untuk kita semua, mengambil bagian dalam Ekaristi. Dalam liturgi di persyaan ini, kita ikut mencicipi liturgi surgawi, yang dirayakan di kota suci Yerusalem Surgawi, tujuan peziarahan kita. Di sana Kristus duduk di sisi kanan Allah.

Gereja tahu bahwa dalam Ekaristi, Tuhan sekarang ini sudah datang dan berada di tengah kita. Ekaristi adalah jaminan yang palig aman dan tanda yang paling jelas bahwa Tuhan Yesus hidup untuk selama-lamanya.

Oleh karena Kristus telah pergi dari dunia ini kepada Bapa-Nya, maka dalam Ekaristi, Dia memberi kepada kita jaminan akan kemuliaan-Nya yang akan datang. Keitkutsertaan dalam kurban kudus membuat hati kita menyerupai hatiNya, menopang kekuatan kita dalam penziarahan hidup ini, membuat kita merindukan kehidupan abadi, serta menyatukan kita sekarang ini dengan Gereja surgawi, Perawan yang kudus, dan dengan semua orang kudus.

Tuhan, Engkau telah mengajari kami bagaimana menjadi utusanMu, melalui hidup dan karya Santo Yohanes Pemandi. Semoga kami rindu selalu bertemu Dikau dalam Ekaristi Kudus, dan dengan kekuatan Ekkaristi kami berani memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta kekudusan dalam hidup kami sehingga kami turut memandanG Dikau di Yerusalem Surgawi.

Amin.

(Oleh:  P. Jozef (Korneliusz) Trzebuniak, SVD, Misionaris SVD asal Polandia yang sedang berkarya di Indonesia).

Monday, 25 November 2019 12:21

PERAYAAN 40 TAHUN MISI SVD KALTIM-KASRI

Tahun 2019 bagi SVD Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan tahun penuh makna berkenaan dengan sejarah 40 tahun keberadaan Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) di Keuskupan Agung Samarinda (KASRI). 40 tahun silam tepatnya bulan November 1979, SVD memulai karyanya di Kaltim.

Bertepatan momentum penuh makna tersebut, diselenggarakan Perayaan Syukur 40 Tahun SVD di Kaltim dengan tema umum Berakar Dalam Sabda Berokitmen pada Misi-Nya. Perayaan Panca Windu karya Misi SVD Kaltim-KASRI dirangkai dalam beberapa kegiatan besar yang melibatkan umat dari kelima Paroki yang ditangani SVD di Keuskupan Agung Samarinda. Kelima Paroki yang dimaksud yakni Paroki St Pius X Tenggarong, Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing Wahau, Paroki St. Paulus Long Bentuk, Paroki St. Yohanes Penginjil Malapeh, dan Paroki St. Markus Melak. Panitia Perayaan menyelenggarakan beberapa kegiatan animasi selama beberapa hari menjelang perayaan Puncak. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan panitia antara lain:

  • Rekoleksi bagi keluarga-keluarga Katolik

Panitia menyelenggarakan rekoleksi dua hari bagi para pasutri bersama Tim dari Pusat Spiritualitas SVD-SSPS Sumur Yakub Indo-Leste di RR Bukit Rahmat Putak. Kegiatan Animasi dua hari ini bertujuan menyadarkan keluarga-keluarga Katolik akan peran keluarga sebagai komunitas pertama dan terutama dalam dan penanaman nilai -nilai Injili dan pembentukan karakter misioner dalam diri para anggota keluarga. Kesuksesan keluarga-keluarga Katolik membina hal tersebut akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan iman Gereja baik pada tingkat lokal maupun nasional serta Gereja Universal.

  • Kegiatan Animasi bagi Orang Muda Katolik (OMK)

Menyadari peran dan harapan orang muda sebagai penerus karya misi Gereja maka Panitia menyelenggarakan kegiatan Animasi bagi OMK yang berasal dari kelima Paroki SVD di KASRI. Kegiatan Animasi bagi OMK dikemas dalam bentuk Animasi indoor dan outdoor. Kegiatan Indoor berupa Animasi Kitab Suci bersama Pastor Yonas Huru, SVD dari Bible Center SVD Batam, dan Animasi Panggilan Misioner bersama Pastor Gracius, SVD dari Bidang Promosi panggilan SVD Jawa. Kegiatan indoor lainya yang tidak kalah menarik dan mengesankan yakni Malam Pentas Seni yang menampilkan tarian daerah dari kelima paroki SVD di KASRI.

Kegiatan outdoor berupa pertandingan Bola Volly Putra dan Putri antar kelima Paroki SVD guna memupuk keakraban, persaudaraan dan rasa kekeluargaan di antara OMK kelima Paroki SVD di KASRI. Tim Volly putra Paroki Long Bentuk tampil sebagai juara sedangkan Volly Putri diraih oleh Tim Putri Paroki Wahau.

  • Sharing Misi Mengenang Karya Misi SVD di Kaltim-KASRI

Ziarah misi selama 40 tahun sudah pasti memiliki aneka kisah dan hikmah yang patut disimak. Sebab itu Panitia menyelenggarakan acara Sharing Misi yang menghadirkan para misionaris SVD dan tokoh-tokoh umat saksi sejarah karya SVD Kaltim. Di awal Sharing Misi ini, Pater Fredi Parera, SVD selaku Rektor Distrik SVD Kaltim mengajak umat yang hadir mengenang tapak-tapak indah para Misionaris yang berkarya di Kaltim sehingga Gereja Katolik boleh tumbuh subur di bagian timur tanah Borneo ini. Pater Hendrik Nuwa, SVD mempresentasikan satu kronik visual mengesankan tentang perjalanan karya SVD selama 40 tahun di Kaltim-KASRI.

Pater Martin Anggut, SVD dalam sharingnya mengungkapkan bahwa misi SVD di Kaltim KASRI bisa hidup dan bertumbuh subur karena para misionaris SVD membawa Kerajaan Allah masuk dalam konteks hidup dan Budaya orang Kalimatan. Metode misi ini menurut mantan misionaris Borneo ini menjadi jalan emas yang menjembatani proses sinkronisasi Injil dan Budaya sehingga Gereja katolik mudah diterima dan tumbuh subur karena berakar dalam budaya Kaltim dan Kabar Gembira yang diwartakan oleh para Misionaris.

Hal yang tak kalah penting, lanjut mantan Provinsial SVD Jawa ini, yakni kerelaan dan pengorbanan para misionaris SVD dan juga para misionaris dari kangregasi lain untuk TURBA (turun ke bawah) untuk ada dan hidup bersama umat apa adanya sehingga umat sungguh merasakan kehadiran Tuhan yang nyata melalui kehadiran para misionaris di tengah-tengah lingkup mereka.

Hal ini diteguhkan oleh Sharing tokoh- tokoh umat yang memberikan testimoni pada malam sharing misi yakni Bpk. Dominikus Kewuta, Bpk. Agustalis Joni dan Bpk. Emanuel Eng Gun. Mereka mewakili umat Kaltim memberikan kesaksian serta mengungkapkan rasa bangga dan hormat kepada para misionaris SVD atas ketangguhan dan kesetiaan karya abdi-abdi Allah itu di tanah tumpah darah mereka di Kaltim.

  • Perayaan Ekaristi Kudus sebagai Puncak Perayaan Panca Windus SVD di Kaltim

Rangkaian acara ini berpuncak pada Ekaristi Kudus di Stadion Aji Imbut Tenggarong pada tanggal 22 November 2019. Misa Syukur tersebut dipimpin oleh Mgr. Yustinus-Harjosusanto, M.S.F., Uskup Agung Samarinda. Dalam homilinya Mgr. Yustinus mengapresiasi peran dan kontribusi luar biasa SVD demi perkembangan Gereja Katolik di Kaltim. Buah_buah karya yang telah ditunjukkan sepanjang 40 tahun ini, menurut Mgr. Yustinus, membuktikan komitmen, pengobanan dan kesetiaan karya SVD di KASRI. Sebab itu Bapak Uskup mengajak seluruh umat Kaltim untuk bersyukur atas karya Rahmat Allah melalui Serikat Sabda Allah serta berupaya terus bekerja sama dengan Para misionaris SVD guna semakin mengembangkan karya misi Allah di bumi Kaltim.

Masih dalam konteks Syukur 40 tahun SVD Kaltim, Pater Provinsial SVD Jawa, Pater Yosef Jaga Dawan, SVD dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Uskup Samarinda selaku Pimpinan Gereja Lokal KASRI atas kesediaan menerima dan memperbolehkan SVD berkarya di wilayah Keuskupan Samarinda. Lebih Lanjut Pater Yosef mengungkapkan bahwa hasil karya yang telah dipresentasikan sepanjang 40 tahun ini bukan semata hasil upaya para misionaris SVD. Kesuksesan tersebut merupakan hasil kolaberasi yang apik dengan Gereja Lokal, Pemeritah Daerah, umat setempat dan terlebih dengan Allah sendiri karena pemilik misi adalah Allah sendiri. Pater Provinsial menyatakan bahwa Allah Tritunggal Mahakkudus adalah sumber dan motor penggerak utama dalam dalam karya misi penyebaran kerajaan Allah. Menurut Pater Yosef keyakinan demikian sudah ditanamkan dalam diri setiap anggota SVD sehingga Spiritualitas Allah Tritunggal Mahakudus senantiasa menjadi andalan dan ‘napas’ kekuatan dalam hidup dan karya mereka.

Rangkaian Perayaan 40 tahun Misi SVD di Kaltim-KASRI berlangsung sukses dan sangat mengesankan. Pater Fredy selaku Penanggung-jawab Umum perayaan ini mewakili panitia menyampaikan rasa terima kasih dan apresasi kepada semua pihak atas seluruh bentuk dukungan dan kontribusi sehingga perayaan berhikmah tersebut bisa terselenggara dengan baik dan lancar serta penuh makna bagi karya misi SVD selanjutnya di tanah Kalimantan.

Kiranya perayaan akbar ini semakin membantu Umat Katolik Kaltim-KASRI semakin berakar dalam Sabda Allah dan memperteguh berkomitmen untuk berpartisipasi secara aktif sesuai status dan peran dalam karya misi di Kaltim.

 

John Masneno, SVD
(Pusat Spiritualitas Sumur Yakub SVD-SSpS Indonesia & Timor Leste)

 

Judul tulisan di atas mewakili isi tulisan ini dan sekaligus meringkas titik perhatian Forum Spiritual Youth Asia yang diselenggarakan baru-baru di Manila-Philipin. Forum tahunan bernuansa Asia tersebut diselenggarakan oleh Institute of Spirituality in Asia (ISA) guna memberikan penyegaran dan peneguhan rohani bagi berbagai kalangan yang berkecimpung dalam dunia pelayanan publik khususnya Kaum Muda Asia.

Sebagai suatu lembaga akademi yang bergerak di bidang Spiritual di Asia, ISA menyelenggarakan kegiatan ini guna turut mendukung upaya Gereja Universal melalui kegiatan penyegaran dan peneguhan rohani bagi umat Katolik di Asia. Forum Spiritual tahun 2019 ini masih melanjutkan tema tahun 2018 tentang Panggilan Hidup Kaum Muda. Tema ini berkaitan erat dengan tema Sinode XV Para Uskup Sedunia yakni Kaum Muda, Iman dan Penjernihan Panggilan hidup (Young People, the Faith and Vocational Discerment).

Untuk menggapai maksud tersebut, ISA mengundang kaum muda dan berbagai pihak yang menaruh perhatian kepada kehidupan kaum muda di berbagai Negara di Asia mengikuti Forum Spiritual ini. Tujuan diundangnya peserta dari berbagai latar belakang baik Negara maupun lingkup pengabdian di seputar benua Asia guna mensharingkan pengalaman hidup dan akfitifitas mereka, baik sebagai kaum muda maupun sebagai pemerhati kehidupan kaum muda.

Hadir dalam Forum tiga hari ini kaum muda dan para pemerhati kehidupan kaum muda dari berbagai kalangan baik dari kalangan religious maupun kaum awam. Beberapa Orang Muda Katolik Indonesia yang bernaung di bawah naungan Komunitas Transformative Youth Sumur Yakub dan beberapa wakil kaum muda Indonesia menghadiri Forum Spiritual Youth Asia ini. Hadir pula RD. Antonius Yakin Ciptamulya dari Seksi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta dan Rm. Albert Herwanta, O.Carm – Rektor Unika Widya Karya Malang.

Panitia menghadirkan 15 Keynotes Speakers berpengalaman dan berkualitas, baik sebagai pemerhati kehidupan kaum muda maupun Orang-Orang Muda potensial-transformative yang selama ini sudah berupaya menyumbangkan bakat dan kemampuan mereka untuk kesejahteraan umum. Mereka membagikan kepada Forum pengalaman hidup dalam yang melatar belakangi kiprah mereka dan juga nilai-nilai serta prinsip-prinsip hidup yang menjadi pengangan mereka dalam hidup dan karya mereka. Selain sharing dan input dari para Keynotes spekers, para peserta juga mendapatkan peneguhan menarik dan mengesankan dari the International Academic Advisory Board Team.

Pada kesempatan emas ini juga dilaunching buku bercorak kehidupan kaum muda dengan judul listening to The Youth, Discerning the Spirit. Buku ini berisi sharing pengalaman dan pencerahan seputar kehidupan orang muda dan upaya-upaya mendampingi mereka yang pada umumnya dibahas pada Forum Youth 2018 termasuk para pembicara dari Indonesia.

Variasi pengalaman dan aktifitas di berbagai bidang kehidupan yang dipresentasikan selama forum ini membuat kegiatan penyegaran spiritual tiga hari ini sungguh memberikan atmosphere kegembiraan dan sukacita serta peneguhan bagi para peserta untuk terus menaruh perhatian pada kehidupan kepada Kaum Muda harapan Bangsa dan Gereja. Semua pihak yang mengambil bagian dalam forum saling memberi dan menerima pengalaman dan nilai-nilai kehidupan dan tentunya semakin menyegarkan komitmen untuk terus berjuang menjadikan anugrah hidup yang diberikan Tuhan sebagai suatu berkat bagi sesama.

Dari berbagai sharing pengalaman hidup dan pengalaman iman baik dari spekers maupun dari para peserta forum, terlihat jelas di sana beberapa benang merah yang punya hubungan erat dengan kehidupan kaum muda dan tips bagaimana kaum muda bisa menjadikan hidup mereka berguna bagi sesama.

  1. Pentingnya memaknai pengalaman-pengalaman hidup yang dialami

Hal ini berkaitan erat dengan upaya menemukan arti dan makna di balik peristiwa dan situasi hidup yang dialami karena hidup manusia pasti akan berhadapan dengan kenyataan pengalaman susah-senang, untung-malang, dll. Kesediaan dan kemampuan memaknai pengalaman-pengalaman yang dialami secara baik, benar dan proporsional dari perspektif nilai-nilai kebijaksanaan dan iman akan menjadi pengarah yang baik pada langkah-langkah hidup selanjutnya.

Sharing Keynotes Speakers pada hari pertama menaruh fokus perhatian pada upaya memberi makna secara baik, benar dan proporsional pada pengalaman susah-senang yang dialami. Dengan Sub tema Love, Power and Grace, para pembicara menyoroti  peran penting pemberian makna atas pengalaman hidup yang dialami khususnya dalam perspektif terang iman akan penyelenggaraan Tuhan. Menurut mereka, salah satu kendala yang dialami oleh banyak orang khususnya kaum muda yakni kelalaian memaknai pengalaman hidup khususnya yang menantang sehingga mereka terperangkap dalam lingkaran pemahaman hidup yang keliru.

Sebaliknya semakin orang mampu menemukan makna positif konstruktif di balik peristiwa yang dialami, semakin positif dia membangun hidupnya pada nilai-nilai hidup sejati. Dia pun akan terbuka belajar dari ilmu-ilmu kehidupan yang terjadi sepanjang pentas kehidupan baik berdasarkan pengalamannya sendiri maupun dari pengalaman sesama yang mampu memberikan pesan untuk kehidupan dan perjuangannya. Di sini lahir ilmu, nilai dan prinsip kehidupan. Pengalaman hidup bisa menjadi ‘triger’ tetapi sekaligus menjadi pemacu lahirnya visi-misi hidup seseorang yang dibutuhkan dalam hidup sebagai KOMPAS pengarah hidup dan perjuangan.

  1. Perlunya memiliki visi misi dalam hidup dan perjuangan

Arah pembicaraan keenam orang Keynote Speakers pada hari kedua ini mengerucut pada satu titik kesimpulan yang sama bahwa setiap orang perlu memiliki visi misi sebagai pengarah hidup dan karier pengabdian. Alasannya karena dengan memiliki visi misi dalam hidup, kaum muda akan diarahkan menuju tujuan yang hendak digapai. Karena itu visi misi ini hendaknya bernuansa global dan sebaiknya berbasis Biblis dan nilai-nilai luhur kehidupan. Artinya berlandaskan pada nilai-nilai iman dan kebijaksanaan universal dan bisa diterima serta berguna bagi semua orang. Hal inilah yang menjadi fokus perhatian Forum hari kedua dengan sub tema: ‘Loving, Serving and Growing: Singpots for the Young People. Dari sharing mereka terlihat jelas bahwa hal ini sungguh terbukti dalam kehidupan mereka. Para peserta disegarkan dan diteguhkan untuk semakin menyegarkan visi misi hidup mereka baik untuk diri maupun untuk publik.  

  1. Kesetiaan pada komitmen untuk menjadi berkat bagi Tuhan dan sesama

Hal mengesankan dari para pembicara selama forum ini yakni sekalipun latar belakang kehidupan mereka berbeda-beda namun tampak jelasa satu kesamaan umum pada mereka. Kesamaan yang dimaksud yakni adanya pengalaman pribadi yang menumbuhkan visi-misi dan niat perjuangan mereka. Titik lanjut dari hal ini adalah adanya kesetiaan dalam mewujudkan niat mereka dari waktu ke waktu sehingga semakin menghasilkan buah dalam perjuangan mereka bagi banyak orang.

Dengan sharing ini para peserta diteguhkan untuk semakin memantapkan tekad dan semangat pengabdian bagi sesama melalui hidup dan karya pengabdian yang dipercayakan kepada mereka serta berupaya menjadi mitra kaum muda dalam upaya mentransformasi hidup dan talenta mereka sehingga berdayaguna bagi mereka dan kepentingan umum.

Oleh P. John Masneno, SVD (Moderator Komunitas Transformative Youth Sumur Yakub)

Wednesday, 26 September 2018 09:58

DOA BERMULA DARI KEHENINGAN

Keheningan hati, keheningan jiwa, keheningan raga. Bila hidup tak tenang, berjalan tanpa arah, hampa tanpa makna, terhempas badai ketiadaan, janganlah kita lari pada kesibukan demi kesibukan. Jangan kita berharap hanya pada sesama. Tetapi datanglah pada keheningan: keheningan diri, keheningan jiwa dan hati. Di sana kita dikuatkan, disegarkan dan diarahkan.
Bila kita sedang marah: karena pekerjaan, karena sesama, karena dunia, karena Tuhan, karena atasan kita. Janganlah kita menyalahkan siapa-siapa. Pandanglah diri sendiri dalam diam dan hening. Di sana kita menemukan jawaban. Pasti dalam diri kita sendirilah, sumber segala kecemasan dan kemarahan itu.
Bila kita sedih, sedih, gusar dengan diri sendiri, tak berkecil hati karena itu bagian dari dinamika kehidupan. Hadapilah dengan sabar, tenanglah, luangkan diri untuk hening, di sana tentu ada pemulihannya.

Bila kita terlalu sibuk dengan pekerjaan pekerjaan akan menyita waktu untuk diri sendiri, usahakan ciptakan keheningan dalam hati kita.
Pekerjaan kita kita hadapi dengan senang dan gembira, pekerjaan akan membawa kenikmatan dan kedamaian.

Tak kala kita terlalu banyak melihat, kita tak akan mampu ‘melihat’ apa-apa. Mata melihat tapi tak ‘melihat’. Mata memandang tapi mungkin hampa. Tak ada yang memberi makna pada hidup. Mundurlah sejenak, merenungkannya dalam keheningan. Keheningan akan mengajarkan kita melihat dalam semangat dan terang semangat baru.

Saudara-saudari yang terkasih

Berjalan dalam keheningan tak selalu harus menjauhkan diri dari sesama melainkan mencari hatinya tanpa menggunakan kata, dekat dengan mereka sebagai sesama dan terlebih dengan Tuhan. Sebab berada bersama mereka dalam Tuhan melalui keheningan berarti mencintai. Sebab cinta Tuhan mengalir dalam keheningan seperti cahaya yang menerangi pribadi kita masing-masing. Hanya dalam keheningan bathin, Tuhan menciptakan semua insan, memelihara dan menuntun semuanya kepada keabadian hidup yang sebenarnya.

Dikelilingi keheningan maha dasyat Allah -yang adalah keheningan dan kebesaran- memanggil kita dengan nama kita masing-masing ke dalam keadaan semula. Keadaan yang murni, yang polos. Saat kita bersatu denganNya dan menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran.

Oleh Sr Yosefin, SSpS. (Suster Misionaris Abdi Roh Kudus berkarya sebagai aktifis kemanusiaan – Koordinator Komisi JPIC Provinsi SSpS Flores Bagian Barat)

Thursday, 13 September 2018 15:28

PERLUNYA PERTIMBANGAN BATHIN SEBELUM BERTUTUR

Tuhan punya cara menyapa kita dalam perjalanan hidup kita melalui hal-hal atau peristiwa yang sederhana dan biasa-biasa namun punya daya sapa luar biasa bila kita menaruh perhatian pada sapaan-sapaan sederhana itu. Sejalan dengan kebenaran itu, kita diajak merenungkan refleksi singkat seorang Frater -Fr. Wilfridus Oki, SVD namanya- yang disampaikan pada Misa Kudus di Kapela Agung Ledalero dalam rangka memperingati kematian Santu Yohanes Pembaptisan.

Refleksi Fr. Wil menyampaikan refleksinya yang singkat tapi sungguh bernas untuk direnungkan. Refleksinya berkaitan dengan pesan Injil Markus 6: 17-19 yang berisi tentang permintaan Herodias melalui putrinya kepada Raja Herodes untuk menyerahkan baginya kepala Yohanes Pembaptis. Renungan singkat Fr Wil mengandung kebenaran yang perlu direnungkan oleh siapa saja karena bernada introspektif. Berikut ini adalah renungan singkat yang disampaikan Fr Wil saat misa pagi di Kapela Agung Seminari Tinggi Ledalero dalam rangka memperingati Kematian Santu Yohanes Pembaptis:

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Acapkali manusia malu kalau dicap penjilat ludah sendiri. Manusia, termasuk kita semua, enggan menarik kembali setiap kata (apalagi sumpah) yang kita ucapkan kepada orang lain walau hal itu berakibat buru bagi diri kita dan orang di sekitar kita. Mungkin bisa dikatakan bahwa kita kerap kali dikuasai oleh ego dan gengsi.

Raja Herodes dalam kisah kematian Santu Yohanes Pembaptis menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis hanya karena dia mau menyenangkan hati putri Herodias dan terlebih menjaga gengsinya di depan para tamu yang hadir saat itu dan mendengar langsung janjinya kepada Putri Herodias bahwa dia akan memberikan apa saja yang dimintanya. Herodes sendiri sebenarnya mengalami konflik bathin saat harus mengambil keputusan untuk menyuruh para alogojo memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Alasannya karena dia tahu baik bahwa Yohanes Pembaptis adalah orang baik dan suci yang mewartakan kebenaran dalam kata dan hidupnya. Karena alasan itu maka sebenarnya Herodes melakukan suatu tindakan yang sebenarnya melawan hati nuraninya sendiri.

Kisah naas ini ditulis dalam Kitab Suci agar pertama, menjadi peringatan bagi kita dari waktu ke waktu agar kita lebih berhati-hati dalam bertutur dan bertindak khsussnya dalam kata dan tindakan kita yang berhubungan erat dengan nasib orang lain. Kita diajak untuk tidak secara gamlang atau seenaknya saja membuat sumpah atau mengeluarkan kata-kata kepada siapa saja tanpa terlebih dahulu memikirkanya secara matang efeknya. Kita perlu mempertingkan akibat-akibat buruk sebagai konsekuensi lanjut dari ucapan dan tindakan kita.

Pesan kedua dari kisah ini yakni, hendaknya peringatan kematian Santu Yohanes Pembaptis semakin mengobarkan semangat dan tekad kita sebagai abdi-abdi Tuhan untuk tetap menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam hidup kita. Pewartaan ini hendaknya dimulai dari kesaksian hidup pribadi kita dalam keseharian hidup kita sehingga apa yang kita suarakan kepada orang lain dibenarkan juga oleh sikap hidup harian kita.

Tuhan memberkati kita selalu.

(Fr Wilfridus Oki, SVD, Tingkat II Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero-Maumere Flores-NTT)

Thursday, 13 September 2018 15:17

TIPS YESUS DALAM MENCARI KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan utama yang hendak digapai oleh setiap kita. Setiap aktifitas yang kita lakukan setiap hari senantiasa bertujuan untuk memperoleh kebahagiaan yang kita harapkan itu. Karenanya kita berjuang dan terus berjuang menata hidup dan seluruh kegiatan kita agar bisa menghantar kita menemukan kebahagiaan itu.

Menariknya takaran kebahagiaan setiap orang selalu berbeda-beda. Hal inilah yang membuat orang-orang yang sedang mencari model kebahagiaan sejati kadang bingung dan bertanya-tanya: manakah kebahagiaan sejati yang perlu diupayakan akan kita memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, penginjil Lukas (Lukas 6:20-23) menampilkan TIPS spiritual yang perlu dilakukan dan dihindarkan sebagaimana disampaikan oleh Yesus, Guru Kebenaran Sejati dalam upaya menggapai kebahagiaan:

  • Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
  • Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
  • Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
  • Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
  • Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
  • Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Dari ajaran Yesus tersebut kita menemukan bahwa ternyata kebahagiaan merupakan suatu hasil dari sebuah proses yang perlu kita upayakan. Bagi mereka yang tidak mau berproses dalam situasi hidup yang disebutkan Yesus tersebut, akan melihat ajaran-ajaran Yesus tersebut hanya sebagai kata-kata hiburatif semata. Anehnya tuntutan mau bahagia kadang bahkan sering mendorong mereka untuk menempuh jalan pintas dalam upaya menggapai kebahagiaan. Tapi biasanya kebahagiaan yang didapatkan dengan jalan demikian apalagi tidak halal akan membuat orang itu tidak menemukan kebahagiaan sejati.

Hanya ketika kita mau masuk dalam suatu proses memperjuangkan amanah-amanah bijak tersebut, di sana kita akan belajar mengenal, memahami dan mengakui bahwa di balik ajaran suci itu ada kebenaran yang memerdekakan dan membahagiakan. Dengan kata lain:

  • kebahagiaan sejati lahir dari perjuangan untuk tetap berpasrah dalam iman nan kokoh akan penyelenggaraan dan pertolongan Tuhan di tengah situasi dunia kurang mengakui peran Tuhan.
  • Kebahagiaan sejati lahir dari pergulatan mengubah cara pandang kita yang hanya berdasar pada pikiran dan rancangan kita, dan berani melihat peristiwa-peristiwa yang kita alami dari sisi kehendak dan rancangan Tuhan.
  • Kebahagian sejati lahir dari pergulatan mempertahankan kebenaran dan kebaikan sejati yang diajarkan Tuhan meskipun harus menanggung aneka resiko karena teguhnya komitmen untuk tetap pada mengabdi Tuhan dan ajaranNya.
  • Kebahagiaan sejati bersumber dari upaya menggunakan harta duniawi untuk melayani sesama bukan memanfaatkan sesama untuk menggapai harta duniawi
  • Kebagaiaan sejati lahir dari niat mulia memuliakan Tuhan dan semua serta mengihindarkan diri dari upaya mengarahkan aktifitas pada diri (self-center).

Mari kita terus berupaya menghindarkan diri kita dari hal-hal yang tidak mampu membuat kita menggapai kebahagiaan abadi. Dan sebaliknya terus mengupayakan hal-hal yang bisa menghantar kita menggapai kebahagiaan sejati.

Oleh Fr. Charly Ka’u, SVD, (sedang menjalani masa formasi Imamatnya di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero) 

Page 1 of 4

Kegiatan Terbaru

PERAYAAN 40 TAHUN MISI SVD KALTIM-KASRI

25 November 2019
PERAYAAN 40 TAHUN MISI SVD KALTIM-KASRI

Tahun 2019 bagi SVD Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan tahun penuh ma...

TEMU ANGGOTA TRY SUMUR YAKUB JABOTABEK

24 September 2019
TEMU ANGGOTA TRY SUMUR YAKUB JABOTABEK

Komunitas Transformative Youth (TRY) Sumur Yakub Wilayah Jabotabek men...

PERTEMUAN TIM SUMUR YAKUB (BPH & KAJS)

19 September 2019
PERTEMUAN TIM SUMUR YAKUB (BPH & KAJS)

Tim Sumur Yakub mengadakan pertemuan bersama di Rumah Retret SSpS Belo...

SIAPA BILANG KAUM MUDA ITU HOPELESS AND TAK BERKONTRIBUTIF

19 August 2019
SIAPA BILANG KAUM MUDA ITU HOPELESS AND TAK BERKONTRIBUTIF

Judul tulisan di atas mewakili isi tulisan ini dan sekaligus meringkas...

TEMU TRY SUMUR YAKUB KUPANG

06 June 2019
TEMU TRY SUMUR YAKUB KUPANG

Komunitas Transformative Youth (TRY) Sumur Yakub Cabang Kupang mengada...

Tentang Kami

Nama yang dipilih untuk sentrum ini adalah “Pusat Spiritualitas Sumur Yakub” yang mempunyai misi khusus yaitu untuk melayani, bukan hanya anggota tarekat-tarekat yang didirikan Santu Arnoldus Janssen saja tetapi untuk semua... selebihnya

Berita Terbaru

©2021 Sumur Yakub - Pusat Spiritualitas. All Rights Reserved.

Search