Renungan

Monday, 30 November 2020 13:54

Fondasi Hidup di Balik Semangat Hidup Kedua Martir Indonesia: Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce

Written by John Masneno
Fondasi Hidup di Balik Semangat Hidup Kedua Martir Indonesia: Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce dok. Sumur Yakub

Sahabat-sahabat Tuhan ytk,

Salam jumpa lagi melalui Temu Berhikmah di Selasa 1 Desember 2020 ini. Kita mengawali hari pertama bulan Desember 2020 ini dengan memperingati 2 Martir Indonesia yakni Beato Dionisius dan Beato Redemptus. Kisah mereka sengaja (yang dimuat di eKatolik) ditampilkan di ulasan spiritual ini agar kita semakin kesaksian hidup dan semangat hidup kedua orang kudus ini hingga akhir hayat mereka sebagai Martir yang dibunuh di Aceh. (Perhatikan hal-hal yang garis bawah atau huruf tebal karena memiliki kaitan dengan titik fokus permenungan kita ini.)

Pierre Berthelot - demikian nama Santo Dionisius - lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas, dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung.

Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan. Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India.

Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).

Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas keagamaan. Ia diterima sebagai bruder di biara Karmel.

Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez.

Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu. Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah. Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya.

Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka.

Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal. Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo - orang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.

Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan 'beato' pada tahun 1900.

Apa yang membuat mereka memiliki semangat hidup demikian?

Dari segi kisah awal hidup mereka terlihat jelas bahwa orang tua baik Beato Dionisius maupun Beato Redemtus, menanamkan iman kristiani dan nilai-nilai hidup yang kokoh dalam diri mereka sejak dini dalam keluarga mereka sehingga fondasi iman dan semangat hidup mereka selanjutnya. Fondasi hidup demikian pula yang meneguhkan mereka berani menjadi saksi iman meski harus mengorbankan nyawa mereka.

Kisah hidup kedua beato kita ini bila dipandang dari cahaya Sabda Tuhan hari ini, Beato Dionisius dan Beato Redemptus adalah orang-orang yang pantas berbahagia seperti yang diungkapkan Yesus kepada para murid-Nya di Injil hari ini. Yesus memuji para murid-Nya sebagai orang-orang berhagia karena ketekunan dan kesetiaan mereka mengikuti-Nya sehingga mereka mampu melihat karya-karya agung yang Dia lakukan, dan mendengar ajaran sejati-Nya yang didambakan para Nabi dan para Raja sejak zaman dulu. Demikianpun kedua beato kita ini berbahagia karena ketekunan dan kesetiaan mereka hingga akhir hayat mereka mengikuti Yesus dengan iman yang teguh dan berani bersaksi tentang kebenaran iman mereka.

Ada dua pesan yang bisa kita simak dan renungkan dari kisah kedua orang kudus ini dan pesan Sabda Tuhan serta masa Advent menyongsong Tuhan dalam keluarga dan komunitas kita:

  1. Orang tua adalah peletak fondasi iman bagi anak-anak dan Keluarga adalah tempat dibangunnya fondasi tersebut.
  2. Kesetiaan dan ketekunan yang iklas mengikuti Tuhan seperti para murid Yesus akan membuat kita mampu melihat kehadiran dan karya Tuhan dalam keseharian hidup kita dan senantiasa terbuka mendengarkan gaung Sabda yang senantiasa diperdengarkan kepada kita dalam berbagai cara.

Selamat merenung, Tuhan memberkati kita

Oleh P John Masneno, SVD (Pengurus Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

 

160 comments

  • Comment Link Jamesbal Monday, 17 May 2021 06:12 posted by Jamesbal

    lowest price for generic viagra i bought viagra online aus non prescription viagra alternative

  • Comment Link Jamesbal Monday, 17 May 2021 05:16 posted by Jamesbal

    walgreen viagra cost per pill viagra online shopping in australia cheap viagra 100mg

  • Comment Link Jamesbal Monday, 17 May 2021 04:21 posted by Jamesbal

    where can i buy generic viagra online buying viagra in mexico where do i buy viagra in sydney

  • Comment Link Jamesbal Monday, 17 May 2021 02:32 posted by Jamesbal

    buy viagras online viagra and nitrates price viagra

  • Comment Link Jamesbal Monday, 17 May 2021 01:36 posted by Jamesbal

    cheap viagra free shipping viagra vitamins viagra online without a prescription

  • Comment Link Jamesbal Sunday, 16 May 2021 23:42 posted by Jamesbal

    viagra vs levitra natural viagra for men viagra cialis canada

  • Comment Link Jamesbal Sunday, 16 May 2021 22:47 posted by Jamesbal

    what's better viagra cialis levitra genericx viagra viagra free trial online

  • Comment Link Jamesbal Sunday, 16 May 2021 20:53 posted by Jamesbal

    generic cialis online canada cialis 10 mg tablet 10 mg cialis cost

  • Comment Link Jamesbal Sunday, 16 May 2021 19:57 posted by Jamesbal

    buy cialis south africa cialis generic usa how to buy real cialis online

  • Comment Link Jamesbal Sunday, 16 May 2021 18:04 posted by Jamesbal

    cialis online us buy cheap cialis discount online cialis generic pharmacy

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Kegiatan Terbaru

PERAYAAN 40 TAHUN MISI SVD KALTIM-KASRI

25 November 2019
PERAYAAN 40 TAHUN MISI SVD KALTIM-KASRI

Tahun 2019 bagi SVD Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan tahun penuh ma...

TEMU ANGGOTA TRY SUMUR YAKUB JABOTABEK

24 September 2019
TEMU ANGGOTA TRY SUMUR YAKUB JABOTABEK

Komunitas Transformative Youth (TRY) Sumur Yakub Wilayah Jabotabek men...

PERTEMUAN TIM SUMUR YAKUB (BPH & KAJS)

19 September 2019
PERTEMUAN TIM SUMUR YAKUB (BPH & KAJS)

Tim Sumur Yakub mengadakan pertemuan bersama di Rumah Retret SSpS Belo...

SIAPA BILANG KAUM MUDA ITU HOPELESS AND TAK BERKONTRIBUTIF

19 August 2019
SIAPA BILANG KAUM MUDA ITU HOPELESS AND TAK BERKONTRIBUTIF

Judul tulisan di atas mewakili isi tulisan ini dan sekaligus meringkas...

TEMU TRY SUMUR YAKUB KUPANG

06 June 2019
TEMU TRY SUMUR YAKUB KUPANG

Komunitas Transformative Youth (TRY) Sumur Yakub Cabang Kupang mengada...

Tentang Kami

Nama yang dipilih untuk sentrum ini adalah “Pusat Spiritualitas Sumur Yakub” yang mempunyai misi khusus yaitu untuk melayani, bukan hanya anggota tarekat-tarekat yang didirikan Santu Arnoldus Janssen saja tetapi untuk semua... selebihnya

Berita Terbaru

©2021 Sumur Yakub - Pusat Spiritualitas. All Rights Reserved.

Search